Feeds:
Pos
Komentar

Guru Kalimat Rumpang

Guruku Kalimat Rumpang……..

Yah…aku mencoba mengingatmu kembali guru..ketika dulu kau selalu ku tunggu untuk mendengar materi darimu, tak pernah aku membolos saat pelajaranmu dan tidak pula telat ketika kau mengajar. Aku ingin mendapatkan ilmu darimu, yang banyak belum ku tahu. tak jarang kau pun sering memberikan nasihat dalam pelajaranmu, namun memang lebih sering nasihat daripada materi pelajaran yang kau berikan. tak apa apa yang penting aku mendapatkan hal baru. tapi kenpa kau curiga kepadaku ketika dengan sepenuh hati kudengarkan materi darimu?? apa aku seperti kriminal yang patut dicurigai? hanya karena aku tidak mencatat materimu dengan selembar buku…

kau pun bertanya kepadaku di depan murid2mu dan semua pun tertuju kepadaku. Apa kau sekarang seorang jaksa?tak tahu aku sekarang..itu kekecewaanku pertama padamu…..dan aku pun kecewa padamu sangat sangat kecewa…ketika kau memberikanku lembar ujian..semalaman aku belajar namun akhirnya tak ku jawab soal yang kau berikan kepadaku, kenpa?apa kau pernah bertanya?sedikitpun tidak.., apa kau menguji kami dengan soal ini?apa yang kau harapkan dari soal yang kau berikan?soal yang kau ambil dari sebuah buku dan kau hilangkan sebagian kata katanya..hufffffffffffffffffffff,,,,tak mengkuti materi pun aku bisa…tolong berikan kami soal yang berkualitas…tolong para pengajar…berikan kami yang berkualitas,…..

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan sejumlah ahli dari University of Kentucky, Amerika Serikat, ini tidak menunjukkan secara langsung bagaimana cara pandang positif membuat kita lebih sehat, tetapi menguatkan studi sebelumnya yang menemukan kaitan antara penyakit dan sikap seseorang. Profesor Suzanne C Segerstrom, ahli psikologi dari University of Kentucky, bersama dengan timnya melakukan survei kepada 124 mahasiswa jurusan hukum di tingkat pertama. Para responden diminta menjawab pertanyaan tentang level optimisme mereka akan berhasil di jurusan tersebut.

Hasil yang didapat menyatakn bahwa Mahasiswa yang memiliki sikap optimis memiliki sifat imun yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki sikap pesimis. Dapat disimpulkan bahwa kesembuhan tidak hanya dapat dilakukan dengan terapi atau obat-obatan melainkan sikap mental dan cara berpikir juga berpengaruh terhadap kesehatan yaitu dengan sistem imun yang dihasilkan oleh tubuh

Ketika kasus criminal terjadi, maka pencarian bukti ketika kejadian itu terjadi perlu dilakukan. Pihak investigator akan mencar informasi  dari saksi mata, bukti fisik, dan catatan lain. Orang merupakan sumber informasi yang sangat baik, tetapi pengamatan dan laporan yang mereka berikan harus diperiksa secara hati-hati. Seorang dapat mempelajari pertanyaan yang diajukan keluarga korban. Investigator dapat mengumpulakan informasi dari beberapa orang untuk rekonstruksi kejadian serta memecahkan misteri. Pernyataan saksi mata merupakan cara terbaik untuk mengidentifikasi suatu kejadian criminal termasuk pelaku kejahatan dapat digunakan untuk rekonstruksi kejadian.

Ketika tidak ada saksi mata, bukti fisik merupakan suatu cara untuk memecahkan misteri kejadian. Bahan yang ditemukan ditempat kejadian dapat digunakan untuk menghubungkan atau mencari korelasi. Berbagai bukti fisik dapat ditemukan ditempat kejadian perkara. Jejak kaki dapat digunakan untuk menunjukkan sidik jari pelaku.

MENDIDIK DENGAN CINTA…..

mendidik berbeda dengan mengajar…mendidik merupakan suatu proses transfer emosi serta materi..

mendidik perlu cinta…ya..perlu cinta agar orang yang kita didik yaitu anak akan merasakan cinta yang kita beri

sekarang ini banyak guru ataupun orang tua yang berbuat kasar, hal ini disebabkan karena mereka tidak mendidik dengan cinta tetapi dengan luapan emosi ataupun sebagai pelampiasan emosi kepada anak yang tak berdaya…

mendidik dengan cinta perlu cinta..

mendidik dengan cinta perlu waktu dan kesabaran..

mendidik dengan cinta perlu dilakukan oleh siapapun..

  1. Tanganku kecil, tolong jangan menilai terlalu sempurna saat aku sedang membereskan tempat tidurku, menggambar atau melempar bola. Kakiku masih pendek, tolong jangan terlalu cepat kalau berjalan agar aku dapat berjalan bersama Bunda dan Ayah.
  2. Mataku tidak seperti Bunda dan Ayah. Aku belum melihat semua hal di dunia ini, beri aku kesempatan untuk dapat menjelajahi dunia dengan aman dan jangan larang aku kalau tidak perlu sekali.
  3. Aku tahu ada banyak pekerjaan di rumah dan di kantor yang harus Bunda dan Ayah kerjakan. Aku tidak akan lama menjadi anak kecil, tolong beri aku waktu dan perhatian untuk menjelaskan tentang dunia yang indah dan lakukanlah sepenuh hati.
  4. Perasaanku lembut. Perlakukanlah aku sebagaimana Bunda dan Ayah ingin diperlakukan oleh orang lain. Jangan marah padaku sepanjang hari. Aku ingin Bunda dan Ayah sensitif dengan kebutuhanku.

5. Aku adalah hadiah dari Allah untuk Bunda dan Ayah. Perlakukanlah aku sesuai kehendakNYA. Arahkan, bimbing

untuk dapat menghadapi masa depanku yang tidak sama dengan zaman Bunda dan Ayah. Berilah aku aturan, penghargaan dan konsekuensi (bukan hukuman yang tanpa penjelasan yang membuat aku dendam) atas perbuatanku

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja dan ingin memelukmu, sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

*Saat kau berumur 16 atahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya, sebagai balasannya kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

*Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA, Sebagai balasannya kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

*Saat kau berumur 19 tahun. dia membayar kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama, Sebagai balasannya kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

*Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya “dari mana saja seharian ini?”. Sebagai balasannya kau jawab “ah ibu cerewet amat sih, ingin tau urusan orang!”

*Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan “aku tidak ingin seperti ibu”

*Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dia bertanya tentang rencana di masa depan. Sebagai balasannya kau mengeluh, “bagaiamana ibu ini, kok bertanya seperti itu”.

*Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

*Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan nasihat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan “Bu, sekarang jamannya sudah beda!”.

*Saat kau berumur 40 tahun, dia menelpon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabatnya. Sebagai balasannya, kau jawab. “Bu, saya sibuk sekali. gak ada waktu.”

*Saat akau berumur 50 tahun, dia sakit-sakiatan sehingga memerlukan perawatanmu. sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

*Dan hingga suatu hari dia meninggal dengan tenang. dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena perlakuan kau pada mereka datang terekam menghantam hatimu bagaikan palu godam.
Maka dari itu mulai dari sekarang sebelum terlambat, jika beliau masih ada, jangan lupa memberikan kasih sayangmu lebih dari yang pernah kau berikan selama ini. dan jika beliau sudah tiada ingatlah kasih sayang dan cintanya yang tulus tanpa syarat dan batas waktu kepadamu..

sekarang ini semakin marak situs jejaring sosial yang membuat orang senang dengan adanya situs jejaring sosial tersebut. tak dapat dipungkiri dengan adanya jejaring sosial tersebut orang yang tak kenal menjadi saling kenal, orang yang telah berpisah menjadi bertemu lagi. selain dari itu semua ada hal yang  patut kita sadari dan pahami bersama dengan adanaya jejaring sosial tersebut manfaatkanlah dengan maksimal untuk hal yang baik. suatu hal yang  biasa saat ini untuk memberikan “rahasia” kepada orang lain melalui situs jejaring sosial..

maka dari itu manfaatkan, berdayagunakan, kemudahan teknologi tersebut